Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019

PERANAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENCEGAH MASUKNYA LGBT DI ACEH (Studi kasus di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh)

nur asmawati (Program studi sosiologi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik)
Amsal Amri (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2019

Abstract

PERANAN TOKOH MASYARAKAT DALAM                  MENCEGAH  MASUKNYA  LGBT  DI ACEH(Studi kasus di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh) Nurasmawati1),Dr. Amsal Amri M.Pd2)Program Studi Ilmu Sosiologi, Fakultas ISIP, Universitas Syiah KualaEmail : nurasmawati25@gmail.com ABSTRAKLGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender merupakan suatu prilaku menyimpang dari nilai-nilai, norma-norma yang ada pada masyarakat indonesia khususnya di Gampong Laksana, Aceh, yang telah menerapkan Syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tokoh masyarakat terhadap fenomena LGBT di Gampong Laksana Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan untuk mengetahui dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengatasi LGBT bagi Tokoh Masyarakat Gampong Laksana. Teori yang digunakan adalah teori dari Travis Hirschi yaitu teori kontrol sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara , dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pandangan Tokoh Masyarakat dan prilaku LGBT karena tidak sesuai dengan budaya, agama, lingkungan sosial dan pergaulan sebaya,  media, apalagi fenomena LGBT di Banda Aceh masih tabu khusus bagi kelompok yang pemikirannya didasari agama dan adat-istiadat setempat.Faktor-faktor pendukung bagi Tokoh Masyarakat dalam mencegah/mengantisipasi prilaku LGBT yaitu adanya    partisipasi masyarakat dalam memerangi prilaku LGBT,  dan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan agama maupun formal. Faktor-faktor yang menghambat Tokoh Masyarakat dalam  bertugas mencegah LGBT yaitu, sulitnya mengajak semua lapisan masyarakat  untuk berpartisipasi mencegah prilaku menyimpang tersebut.Kata kunci : LGBT, Kontrol Sosial, Tokoh MasyarakatABSTRACTLGBT  which stands for lesbian, gay, bisexual and transgender is behavior deviant based on indonesian norms and value. The rules about this are regulated especially in Aceh where Islamic Law is implemented.This study aims to reveal how the public figures of Gampong Laksana, Kuta Alam view the LGBT phenomenon. This study also aims to find out the supporting factors and obstacles faced by these figures in anticipating this LGBT phenomenon. This study is based on social control theory by Travis Hirschi. The method used for this study is descriptive through observation, interview, and documentation as data. The data gathered through observation, interview, documentation  is further analyzed . There are six participants in this study. The study shows that the public figures of Gampong Laksana view LGBT phenomenon as deviant behavior that is not appropriate with  local culture, religious values, social values,and mass media held dearly by the people. Moreover, this phenomenon is taboo topic especially  for people in Banda Aceh who  implement the principles of religious  and local norms in the place. The study also finds that the supporting factors to anticipate this phenomenon is community participation in fighting the LGBT  which is supported by government,  education institution, religious institution as well as other formal institutions. The obstacles faced by the figures is that it is hard to ask all member of society to contribute in minimizing the deviant behavior  In addition, the big number of residents of Gampong Laksana, its different tribes along with the modern thought and indiffverent views make it hard for he figures to anticipate this phenomenon.Keywords: LGBT, Social control, Public figures

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

FISIP

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan ...