Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PEMANFAATAN FUNGI YANG BERASOSIASIDENGAN Tristaniopsis obovata

Maman Turjaman (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Sarah Asih Faulina (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Aryanto Aryanto (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Najmulah Najmulah (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Ahmad Yani (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Asep Hidayat (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2019

Abstract

Sari Tristaniopsis obovata (pelawan) bersimbiosis dengan fungi ektomikoriza yang  menghasilkan tubuh buah fungi yang dapat dikonsumsi (edible mushroom) dan bunga pelawan sebagai sumber nektar untuk lebah hutan yang memproduksi madu pahit yang bernilai ekonomi tinggi. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah berkurangnya luasanhutan kerangas akibat konversi hutan sehingga luasan hutan pelawan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi potensi fungi yang berasosiasi dengan Tristaniopsis obovata dan uji pemanfaatan fungi yang berpotensi untuk memacu pertumbuhan bibit T. obovata. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan sumber benih/anakan alam, isolasi dan identifikasi molekuler ITS rDNA fungi yang berasosiasidengan T. obovata, perbanyakan anakan melalui stek pucuk, dan inokulasi fungi yang berpotensi memacu pertumbuhan bibit T. obovata. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa diperoleh 3 isolat yang berfungsi sebagai ektomikoriza, yaitu 4PK1 (Corticiaceae 1), 17BK2 (Corticiaceae 2), dan 24PK4 (Cortinarius sp.). Inokulasi fungi ektomikoriza memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman dan kandungan nutrisi bibit anakan pelawan. Teknik stek pucuk dengan KOFFCO cukup efektif untuk memperbanyak bibit pelawan dengan tingkat keberhasilan sekitar 50%. Keberhasilan pada penelitian ini menjadi dasar IPTEK untuk melestarikan produktivitas ekosistem hutan kerangas.

Copyrights © 2019