Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019

Analisis Hubungan KarakteristiK Pasien Peserta BPJS dengan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta BPJS terhadap Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Darul Istiqomah Kendal

Fanny Ardhitunggal Hakim (Rumah Sakit Umum Darul Istiqomah)
Chriswardani Suryawati (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2019

Abstract

 RS Muhammadiyah Darul Istiqomah Kendal merupakan RS tipe D yang ingin meningkatkan mutu pelayanannya setelah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien. Untuk mengukur tingkat kepuasan pasien ada sepuluh indikator  yang dikembangkan Linder-pelz(1982) dalam krowinski antara lain accessibility/convenience;availability of resources; continuity of care; efficacy/outcomes of care; finances; humaneness; information gathering; information giving; pleasantness of surroundings; quality/competence.Desain penelitian ini cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, jumlah sampel 120 dengan mengukur tingkat kepuasan antara karakteristik pasien yang meliputi umur; jenis kelamin; pendidikan; pekerjaan; penghasilan; status kepesertaan JKN dengan 10 indikator  yang dikembangkan Linder-pelz(1982).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan pasien peserta BPJS PBI dengan berpenghasilan < 1500000. Rata-rata pasien puas terhadap pelayanan rawat inap. Indikator dengan skor kepuasan tertinggi adalah indikator quality/competence(87,5%) dan dimensi dengan skor kepuasan terendah adalah dimensi availability of Resources (61,66%). Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kepuasan (p=0,304), dan antara usia dengan kepuasan (p=0, 346), ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kepuasan,  penghasilan dengan kepuasan, status kepesertaan BPJS dengan kepuasan, antara pendidikan dengan kepuasan (p=0,00).Kesimpulan dari penelitian ini untuk manajemen RSDI yang harus segera diprioritaskan Kesiap siagaan perawat, kelengkapan alat pemeriksaan kesehatan, kemudahan cara pembiayaan pelayanan, tidak adanya biaya tambahan untuk obat tertentu, keseragaman dalam pelayanan keperawatan, penyampaian informasi tindakan, penyampaian informasi keadaan klinis, kebersihan dan kenyamanan lingkungan RS dan kompetensi karyawan..   

Copyrights © 2019