WIDYAKALA JOURNAL
Vol 6 (2019): Special Issue : Green Building

Kajian Bangunan Penangkap Kabut dan Penampung Air Hujan untuk Daerah Sentul sebagai Ganti Air Bersih

Rizka Arbaningrum (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2019

Abstract

Kekeringan merugikan petani karena mempengaruhi hasil panen. Terdapat dua cara untuk mengatasi masalah kekeringan yaitu dengan cara membuat bangunan penangkap kabut atau juga bisa dengan membuat bangunan penampung air hujan. Namun, dari kedua bangunan itu manakah yang lebih unggul untuk digunakan dilihat dari faktor ekonomi dan durabilitas. Ditinjau dari harga, penangkap kabut tidak membutuhkan biaya yang tinggi bila dibandingkan dengan penampung air hujan. Pembuatan penangkap kabut membutuhkan biaya Rp 685,000, sedangkan penampung air hujan membutuhkan biaya Rp 1,431,466. Apabila dibandingkan dengan bangunan penangkap kabut, penampung air hujan membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Untuk durabilitas bangunan, penangkap kabut cenderung lebih perlu perawatan khusus dikarenakan bahan dan alat yang digunakan sangat sederhana. Sedangkan, bangunan penampung air hujan, durabilitas cenderung bertahan lama meskipun tetap membutuhkan perawatan untuk bak penampung dan pompa air.Kata Kunci : Kekeringan, penampung air hujan, penangkap kabut, biaya

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

journal_widya

Publisher

Subject

Arts Humanities Other

Description

Widyakala's scientific journal is an interdisciplinary study in ten study program at Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) as a contribution to the three principal scientific pattern of UPJ which is also an advantage of UPJ: 1. Humanist human development (Liberal arts) 2. Sustainable ...