Analisis daya dukung dan penurunan memainkan peranan penting untuk memprediksi kemampuan tanah di dalam mendukung pondasi. Tanah ekspansif memiliki daya dukung yang rendah dan penurunan yang besar saat mengalami pembasahan yang terus-menerus (rewetting), walaupun telah mengalami proses pemadatan. Pengunaan ban bekas(tire-soil) diuji dengan menggunakan model di laboratorium untuk dapat dimanfaatkan sebagai usaha memperbesar daya dukung dan mengurangi penurunan pondasi. Studi model menggunakan model pondasi dangkal dan 2 (dua) tipe tanah pondasi. Tipe pertama menggunakan tanah ekspansif asli yang dicampur 43,5% bentonite(TEA-B);dan tipe kedua adalah TEA-B yang dicampur bahan tambah tipe 15% fly ash(TEA-B + FA). Validasi data hasil pengujian menggunakan perangkat lunakProgram Elemen Hingga konvensional (PLAXIS) untuk analisis geoteknik. Data hasil pengujian menunjukkan bahwa daya dukung pondasi dangkal pada tanah tipe TEA-B + FA lebih besar daripada tanah tipe TEA-B; penurunan yang terjadi pada tanah TEA-B + FA adalah lebih kecil daripada TEA-B.
Copyrights © 2019