Teks yang mengarah pada tindak penghinaan dan ujaran kebencian di Indonesia meningkat pesat akhir-akhir ini. Media cetak maupun elektronik terus memberitakan hal tersebut. Kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang. Akan tetapi kebebasan berpendapat yang merugikan orang lain dalam hal ini termasuk penyiaran penghinaan maupun ujaran kebencian, tentu saja bertentangan dengan undang-undang. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital. Manfaat penelitian ini secara teoretis memperkaya khasanah kajian literasi khususnya literasi digital di Indonesia. Selanjutnya, manfaat penelitian ini secara praktis yaitu mencegah tuturan penghinaan dan ujaran kebencian khususnya pada pelajar dan umumnya pada masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi pustaka. Data penelitian berupa unggahan pelajar terkait teks pemberitaan media yang bermuatan penghinaan dan ujaran kebencian pada media sosial. Dari pemaparan hasil analisis, diketahui bahwa upaya pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut. a) Mengakses informasi dengan pencarian secara digital dari sumber yang tepat. b) Mengelola informasi-informasi hasil pencarian yang mulai terkumpul. c) Mengintegrasikan atau penggabungan relevansi dan keterkaitan beberapa informasi yang didapat. d) Menganalisis atau memahami dengan mengambil inti sari dari informasi yang ada, untuk menentukan informasi itu benar atau tidak. e) Mengevaluasi informasi dengan melakukan penilaian atas informasi-informasi yang terkumpul dan dianalisis. f) Membangun pengetahuan baru dengan membuat sintesis dari hasil evaluasi yang telah dilakukan. g) Mengomunikasikan informasi dengan orang lain yang dalam hal ini erat dengan faktor sosial, bahwa berbagi tidak hanya sekadar sarana untuk menunjukkan identitas pribadi atau distribusi informasi, tetapi juga dapat membuat pesan tersendiri. Siapa yang membagikan informasi, kepada siapa informasi itu diberikan, dan melalui media apa informasi itu berikan tidak hanya dapat menentukan keberhasilan jangka panjang media itu sendiri, tetapi juga dapat membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi, dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri. h) Berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat yaitu dalam berkomunikasi (berbagi informasi) di masyarakat dapat menghindari penghinaan mauunujaran kebencian.
Copyrights © 2019