Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
Vol 5 No 2 (2018): November

HUBUNGAN KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISIS DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG

Kusniawati Kusniawati (Jurusan Keperawatan Tangerang Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2018

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik yang berada pada stadium akhir memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal seperti transplantasi ginjal, dialisis berupa hemodialisis dan peritoneal dialisis. Berdasarkan data dari Kemenkes RI (2016), Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis regular jumlahnya semakin meningkat yaitu berjumlah sekitar empat kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis mengalami beberapa masalah yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas hidup pasien. Kualitas hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan), lama menjalani hemodialisis, kepatuhan menjalani hemodialisis, kadar hemoglobin, depresi, dan dukungan keluarga. Kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi hemodialisis dan dukungan keluarga sangat diperlukan untuk menunjang kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani hemodialisis dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode analitik correlational, dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian adalah semua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang yang berjumlah 112 orang. Sampel penelitian sebanyak 58 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil peneliatian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (p-value 0,019) dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value=0,008). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Semakin patuh dan semakin baik dukungan keluarga maka kualitas hidup pasien akan semakin meningkat.

Copyrights © 2018