Proses komunikasi konseling bisa terjadi pada siapapun. Misalnya, ketika beberapa individu berkumpul, ada kisah yang dibagi, saling bercerita, bercengkrama, bahkan diskusi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Kajian komunikasi konseling dalam peneliitian ini difokuskan pada interaksi remaja perempuan. Hal ini menarik karena usia remaja menjadi usia pencarian jati diri, di mana para remaja mulai beranjak dewasa, baik dari segi pemikiran, perilaku, bahkan sikap dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi konseling yang dilakukan remaja perempuan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa proses komunikasi konseling bagi remaja perempuan diawali dengan pencarian konselor sebagai komunikator yang kredibel dan dapat dipercaya untuk dijadikan sebagai “tempat curhatâ€, para informan menyebutnya “sahabatâ€; pesan yang disampaikan bersifat personal, masalah keluarga, masalah percintaan, dan rencana masa depan. Akhirnya, penulis pun menemukan bahwa sahabat sebagai konselor sebaya dalam komunikasi konseling bagi remaja perempuan. Kata Kunci: Sahabat, Konselor, Komunikasi Konseling, Remaja Perempuan
Copyrights © 2018