Jurnal Kesehatan Andalas
Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019

Lupus Eritematosus Sistemik pada Pria

Fajriansyah Fajriansyah (Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam FK Unand Padang)
Najirman Najirman (Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP. Dr. M Djamil Padang)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2019

Abstract

Lupus Eritematosus sistemik merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan etiologi yang belum diketahui serta memiliki manifestasi klinis dan prognosis yang sangat beragam. Insiden LES di Amerika serikat sebesar 5,1 per 100.000 penduduk, sementara prevalensi LES di Amerika dilaporkan 52 kasus per 100.000 penduduk dengan rasiowanita dan laki-laki antara 9-14:1. Kejadian LES pada pria sangatlah jarang dan gejalanya biasanya tidak khas dibanding dengan wanita. Telah dilaporkan pasien laki – laki, 27 tahun dengan keluhan utama nyeri sendi pada pergelangan kaki dan tangan. Adanya bercak warna kehitaman pada wajah, telinga, dan punggung serta rambut rontok. Pada pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, adanya ruam malar pada wajah dan hepatomegali tanpa splenomegali. Diidapatkan Hb: 9,7 gr/dL, gambaran darah tepi dengan eritrosit normositik normokrom, retikulosit 1,8 %, Combs test (DCT) positif, Anti ds-DNA 502,26 U/L , SGOT 62 u/L dan SGPT 120 u/L, ureum 18 mg/dL serta kreatinin 1 mg/dL. Ro. Thorax didapatkan Cor dan pulmo : normal, USG abdomen didapatkan gambaran fatty liver . Biopsi kulit : Subacute Cutaneus Luphus Erytematosus (SCLE). Pasien ini didiagnosis dengan lupus eritematosus sistemik sesuai dengan kriteria ACR (American College of Rheumatology) revisi tahun 1997, dimana bila terdapat 4 dari 11 kriteria ACR. Pasien diterapi dengan pemberian kloroquin, metilprednisolon, natrium diklofenak, osteokal, lansoprazol dan hepatoprotektor.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JKA

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas ...