Jurnal Mikologi Indonesia
Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019

Nomenklatur Jamur, Review

Iman Hidayat (Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jln. Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong 16911 Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2019

Abstract

Kongres internasional botani pada tahun 2011 di Melbourne telah merubah nama Code, dari The International Code of Botanical Nomenclature (ICBN) menjadi The International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants (ICN). ICN mencakup aturan-aturan dan rekomendasi yang berkaitan dengan penamaan dan sistematika jamur. Poin penting dari perubahan sejak Melbourne Code (2011) sampai Shenzhen Code (2017) adalah (1) disahkannya jurnal elektronik sebagai media untuk publikasi nama baru atau taksa baru, (2) memperbolehkan penggunaan bahasa Inggris atau Latin untuk publikasi nama baru atau taksa baru, (3) penghilangan konsep anamorph (anamorf) dan teleomorph (teleomorf) (untuk jamur) serta morphotaxa (morfotaksa) (untuk fosil) dari Code, (4) pengakuan Index Fungorum dan Mycobank sebagai tempat repositori specimen jamur yang diakui oleh Code, (5) penghapusan Art. 14.13 dan 57.2 dari Code.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jmi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk ...