Ketika artikel ini ditulis, bulan Mei 2004 baru saja lewat. Pada wakru itu, masyarakatBudhis memperingati hari Waisak yang dipercaya sebagai peringatan dari liga peristiwa pcniingdalam agama Budha, khususnya dalam kehidupan Sang Budha Gautama, yaitu han lahir SangSiddharta, saat tercapainya Penerangan Sempurna di bawah pohon bodhi, dan hari wafatnyaatau hari tcrcapainya parinirwana. Di sampingitu, saat ini Barabudur sedangdiperebutkan olehbanyak fihak untuk dijual kepada turis pada saat penduduk di sekitar Barabudur sedang resahdan ekonomi sedang menjadi mahkota kebudayaan dan menentukan code o j conduct masyarakatkita di semua sektor kehidupan, serta menentukan pula apakah “ Pasar Seni Jagad Jawa” atau“Shopping Street” perlu didirikan di kompleks Barabudur. Pada saat dan kondisi seperti itu,penulis ingin mengetengahkan kembali Barabudur, meminta kembali ingatan masyarakatmelalui jalur kebudayaan, tentu terutama dari sisi bentuknya, karena bentuk stupa Barabudursangatlah unik.
Copyrights © 2005