Communication
Vol 7, No 2 (2016): COMMUNICATION

EFEKTIFITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI GURU DENGAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR (Studi Kasus pada Siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Sumber Budi Petukangan Selatan, Jakarta Selatan)

Linda Islami (Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur)
Armaini Lubis (Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2016

Abstract

AbstractTeachers’ interpersonal communication with deaf students is very effective in implementing the learning process. Unfortunately, not all students have good skills in communication, especially for those who cannot hear normally. The research use the theory of self attitude and social infiltration theory. The research use qualitative methods with Post-positivism paradigm. The results of the study, there are obstacles in learning process, because deaf students are normally poor acquiring language, they can have limited understanding of what teacher explain through gestures, body movements and lips. Effective communication occurs between teachers and students, heart to heart conversation formed transparency between them. Students’ openess make teachers feel empathy towards what students feel. Teachers constantly pay attention and affection toward students. Openness can make teachers treat students full of patient. The learning method is a demonstration, question and answer, lectures, assignments, and the methods of drill or repetition. It makes interpersonal communication between teachers and deaf students become more effective. Suggestions, materials delivery method outside mathematics lessons should use the pictures, so students do not need to imagine, because the imagination of deaf students is very low.Keywords: Effectiveness, interpersonal communication, learn, teachAbstrakKomunikasi antarpribadi guru dengan siswa tunarungu merupakan hal yang sangat efektif dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Sayangnya tidak semua siswa mempunyai kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, Salah satunya adalah penderita tunarungu, yaitu siswa yang tidak bisa mendengar secara maksimal. Teori yang digunakan adalah Teori penyikapan diri dan Teori penyusupan sosial. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Paradigma penelitian adalah Post-positivisme. Hasil penelitian, Terdapat hambatan dalam proses belajar mengajar, karena siswa tunarungu sangat miskin dengan bahasa, Siswa memahami apa yang guru jelaskan melalui mimik bibir dan gerakan tubuh. Terjadi komunikasi efektif antara guru dengan siswa, karena adanya percakapan dari hati ke hati maka terbentuklah keterbukaan siswa tunarungu kepada gurunya. Keterbukaan siswa membuat guru empati dan merasakan apa yang dirasakan oleh siswa. Guru terus menerus memberikan perhatian, kasih sayang. Adanya keterbukaan, membuat guru memperlakukan siswanya penuh kesabaran. Metode belajar adalah demonstrasi, tanya jawab, ceramah, penugasan, dan metode drill atau pengulangan kata. Hal ini menjadikan komunikasi antarpribadi guru dan siswa tunarungu menjadi lebih efektif. Saran, Metode penyampaian materi di luar pelajaran matematika sebaiknya dengan menggunakan gambar, jadi siswa tidak perlu membayangkan, karena imajinasi siswa tunarungu sangat rendah.Kata kunci : Efektifitas, komunikasi antarpribadi, belajar, mengajar 

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

comm

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Communication published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific ...