Negara adalah sebuah rumah tangga. Layaknya rumah tangga, pasti membutuhkan pemimpinidaman untuk menakhodainya menuju cita-cita bersama. Presiden adalah pemimpin yangmenakhodai negara. Seorang Presiden harus bisa membentuk pemerintahan yang bersih danberwibawa untuk kemakmuran bersama. Untuk itu seorang pemimpin harus memilikiidentitas diri yang menjadi panutan bagi bawahannya dan juga masyarakatnya. Era reformasimenuntut lahirnya pemimpin hebat yang ideal, baik bagi partai yang mengusungnya, maupunhebat menurut pandangan masyarakat. Jokowi adalah salah satunya dalam pandanganmasyarakat saat ini. Dengan teori interaksi simbolik George Herbet Mead yangmemanfaatkan metafor hubungan secara alami antara sesama manusia sebagai individu dalammasyarakat, pemahaman tersebut lalu dikaji dengan pendekatan kepemimpinan yangmempelajari hubungan prinsipal pemimpin dan masalah-masalah dalam organisasinya.Hasilnya, interaksi dan konsep diri Jokowi menyiratkan empati dan homofili sertaresistensinya terhadap citra otoritas yang selalu tampak gagah dan berwibawa, penuhAvant Garde | Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 2 NO. 2 Desember 2014 43formalitas, serta sikap basa-basi semata. Ia berhasil menjaga keseimbangan informasi denganberbagai strategi komunikasi politik yang dipadukan dalam sebuah gaya kepemimpinan.Terlepas dari adanya label pencitraan semata pada dirinya, tetapi prestasi, kepemimpinanserta sepak terjangnya sebagai mantan walikota Solo dan juga Gubernur DKI telahmenggugah sebagian besar hati masyarakat Indonesia, sehingga hal itu mampumengantarkannya menjadi Presiden terpilih pada pilpres tahun 2014.
Copyrights © 2014