Banjir di wilayah DAS Citarum tidak hanya merusak permukiman penduduk dan merusak tanaman padi pada sentra produksi padi nasional di wilayah pantura Jawa Barat tetapi juga infrastruktur lain dengan tingkat kerugian yang tidak sedikit. Upaya penanganan dan manajemen banjir di kawasan DAS sebenarnya sudah lama dilaksanakan, namun peta wilayah rawan banjir sebagai peta kerja yang berbasis citra beresolusi tinggi berbasis model hidrodinamik (berdasarkan rata-rata air dengan debit yang dinamis) belum tersedia. Oleh karena itu peta potensi wilayah rawan banjir di DAS Citarum Hulu dengan pendekatan tersebut merupakan sebuah keharusan yang sangat mendesak. Penelitian ini betujuan menganalisis karakteristik debit sungai dan debit banjir Citarum Hulu, menyusun peta rawan banjir di DAS Citarum Hulu, Jawa Barat pada skenario periode ulang banjir 2 dan 25 tahunan. Debit banjir periode ulang dihitung berdasarkan frekuensi Gumbel. Pemodelan banjir dan genangan dilakukan berdasarkan aplikasi Model Hidrodinamik HEC RAS yang dikembangkan oleh US Army Corp of Engineers (2002). Hasil analisis menujukkan bahwa pada kejadian banjir periode ulang 25 tahunan meliputi 350.06 ha area permukiman, 24.25 ha areal industry dan 1877.46 ha lahan padi sawah dengan kedalaman antara 1.25 sampai 2 meter.
Copyrights © 2015