Data debit harian yang melimpas di Bendung Gerak Serayu saat kemarau menunjukkan bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan irigasi sebesar 32 m3/s masih ada debit air yang terbuang ke hilir yang memiliki potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM). Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi daya listrik optimum yang bisa dihasilkan serta mengantisipasi dampak negatif dari pembangunan PLTM. Untuk menganalisa kebutuhan energi PLTM, diperlukan data debit harian terutama data debit sisa kebutuhan irigasi (Q) dan beda tinggi muka air di hulu dan di hilir bendung (?h) yang dapat diperoleh dengan uji model hidraulik fisik (UMH Fisik). Pada pemanfaatan debit limpasan ini, ada ketentuan yang tidak boleh dilanggar, antara lain: tidak mengganggu kebutuhan debit irigasi, tidak menimbulkan kerusakan morfologi sungai, muka air di hulu bendung di tetapkan +12,90 m untuk kondisi normal (daerah irigasi tertinggi) dan +13,20 m untuk kondisi tidak normal (untuk menghindari air empangan di hulu bendung). Hasil UMH Fisik menunjukkan bahwa Q semakin kecil maka ?h semakin besar; dan jika Q semakin besar maka ?h semakin kecil. Secara umum dapat disimpulkan bahwa dari segi hidraulik Pembangunan PLTM dapat dilakukan karena memiliki Q serta ?h yang memadai untuk mengoperasikan PLTM. Berdasarkan data, debit harian pada musim kering lebih besar dari 32 m3/s, artinya terdapat sisa debit yang dapat digunakan untuk mengoperasikan setidak-tidaknya satu unit turbin PLTM dan tidak mengganggu kebutuhan debit irigasi, serta tidak berdampak terhadap morfologi sungai di sekitar bendung gerak.
Copyrights © 2012