Upaya pendayagunaan sumber daya air di lahan kering harus dilakukan seoptimal mungkin untuk meningkatkan ketersediaan air, memperpanjang masa tanam, dan menekan risiko kehilangan hasil. Hal ini dapat diimplementasikan melalui aplikasi panen hujan dan aliran permukaan yang dapat dipergunakan untuk irigasi sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Desa Limampoccoe, kecamatan Cenrana, kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Februari sampai dengan bulan Oktober 2012. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkarakterisasi kondisi biofisik wilayah dalam menilai kesesuaian pembangunan teknologi panen hujan dan aliran permukaan melalui dam parit, serta mengembangkan model pengelolaan air melalui panen hujan dan aliran permukaan untuk mengantisipasi kekeringan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui: 1) penyusunan peta lokasi penelitian (penggunaan lahan dan target irigasi) berdasarkan hasil analisis peta rupa bumi yang divalidasi dengan pengamatan lapang, 2) identifikasi kondisi hidrologi untuk mengetahui debit aliran sungai tempat dam parit dibangun, 3) aplikasi pembangunan teknologi panen hujan dan aliran permukaan melalui dam parit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi panen hujan dan aliran permukaan dapat meningkatkan intensitas tanam dari pola tanam padi-bera-bera menjadi padi-kacang tanah-bera, dan padi-semangka-bera.
Copyrights © 2014