Dalam rangka pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air diperlukan besaran beban pencemar berbagai sumber untuk setiap ruas sungainya. Beban pencemar peternakan merupakan hasil kali jumlah hewan dengan emisinya. Pada saat ini Indonesia masih menggunakan emisi dari negara maju yang sebenarnya tidak cocok kondisinya. Oleh karena itu, di Indonesia diperlukan besaran emisi berbagai jenis hewan ternak yang cocok. Penelitian ini menetapkan besaran emisi berbagai jenis hewan ternak, baik untuk per kg berat ternaknya maupun emisi hewan ternak acuan yang berdasarkan berat rata-rata populasi untuk berbagai jenis hewan ternaknya. Metode penelitiannya adalah dengan melakukan inventarisasi dan identifikasi tipologi sumber pencemar, kemudian dilakukan pengukuran langsung untuk berbagai jenis hewan ternak pada lokasi yang mewakili tipologi sumber pencemarnya. Sebagai hipotesis, emisi hewan ternak yang ada di negara maju sangat berbeda kondisinya terkait dengan berat hewan ternak, makanan serta pengelolaan limbahnya. Hasil penelitian menemukan bahwa besaran potensi emisi hewan ternak sangat dipengaruhi oleh: jenis makanan dan pola pengelolaan limbahnya serta besaran potensi beban pencemaran efektif yang akan diperhitungkan masuk ke sumber air sangat dipengaruhi oleh musim. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode perhitungan potensi emisi dan potensi beban pencemar sesuai dengan tipologinya dapat digunakan di seluruh Indonesia.
Copyrights © 2014