JURNAL SUMBER DAYA AIR
Vol 10, No 2 (2014)

Model Keruangan Konservasi Sumber Daya Airtanah Menggunakan Pendekatan Bentuk Lahan Di Lereng Selatan Gunungapi Merapi

Bambang Hargono (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2017

Abstract

Wilayah Perkotaan Yogyakarta memiliki penduduk terpadat dan terbanyak. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan akan air yang tinggi. Walaupun daerah lereng selatan Gunung Merapi memiliki curah hujan yang tinggi, penurunan muka air tanah sudah berlangsung lama dengan intensitas rata-rata mencapai 30 cm setiap tahun. Untuk itu diperlukan konservasi sumberdaya air di wilayah Perkotaan Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui model wilayah hidrologis berdasarkan bentuk lahan untuk mengetahui neraca air di sebagian lereng selatan Gunungapi Merapi, yang kedua, untuk mengetahui wilayah yang kekurangan air, dan kapan terjadinya, dan yang terakhir, menyusun rekomendasi mengenai konservasi yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan air di sebagian lereng Selatan Gunungapi Merapi. Metode yang digunakan adalah penentuan wilayah lokasi penelitian berdasarkan satuan bentuk lahan, dan interfluv sungai, analisis ketersediaan air, perhitungan neraca air dan kapan terjadi kekurangan air, dan analisis untuk menentukan upaya konservasi. Berdasarkan hasil analisis, masih terdapat kekurangan air di beberapa wilayah Perkotaan Yogyakarta pada periode tertentu dengan asumsi kebutuhan air 120 L/orang/hari dan 50 L/orang/hari. Upaya konservasi yang diusulkan adalah melakukan manajemen air hujan.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

JSDA

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering

Description

Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least ...