Pengambilan air tanah berlebihan merupakan permasalahan yang kerap kali timbul di wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Negara Provinsi DKI Jakarta. Ketidakseimbangan antara laju pengambilan air tanah yang sangat cepat dengan laju imbuhan air tanah yang cenderung lambat menyebabkan penurunan Muka Air Tanah (MAT) tidak dapat lagi dihindarkan. Kerucut penurunan MAT banyak ditemukan di wilayah DKI Jakarta seperti di Kalideres dan Sunter. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi perilaku air tanah Jakarta terkait pengambilan air tanah pada kondisi aktual dan proyeksi ke depan hingga tahun 2080 dengan beberapa skenario yang mungkin terjadi. Simulasi menggunakan model aliran air tanah numerik IMOD dengan metode beda hingga. Hasil simulasi pada kondisi eksisting menunjukkan adanya penambahan lokasi kerucut penurunan hingga ke wilayah Pulogadung, Bekasi Utara, Cengkareng, dan Tambora. Proyeksi air tanah menyimpulkan bahwa pengambilan air tanah merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap fluktuasi muka air tanah Jakarta. Jika pengambilan air tanah dapat dikontrol (skenario 2), maka muka air tanah dapat mengalami pemulihan (recovery). Akan tetapi, jika pengambilan air tanah dibiarkan terus berlanjut bahkan terus meningkat (skenario 1), meskipun ditambah dengan sumur injeksi seperti pada skenario 3 atau dengan penambahan kapasitas imbuhan seperti pada skenario 4, muka air tanah Jakarta tetap mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan kerucut penurunan MAT menjadi semakin dalam dan meluas.
Copyrights © 2018