Data hujan yang tersedia tidak selamanya berada dalam kondisi baik, hal ini menuntut adanya proses kendali mutu. Metode kendali mutu data hujan pada umumnya melibatkan riwayat data panjang sebagai dasar penentuan kategori data, sedangkan untuk data dengan rentang waktu satu tahun belum tersedia metode yang tepat. Jika data historis tidak tersedia, perlu dibangun suatu model kendali mutu untuk data hujan harian dengan rentang waktu satu tahun. Metode penelitian ini melalui 2 tahapan utama, yaitu: penilaian terhadap kondisi di lapangan dan pendeteksian terhadap kondisi data. Penilaian kondisi lapangan meliputi kinerja alat atau pos, kondisi lingkungan, dan manusia. Hasil analisis lapangan berupa nilai Quality Control 1 (QC 1) yang menggambarkan kondisi pos hujan dan proses pendeteksian terhadap kategori data berupa analisis spasial dan temporal menghasilkan nilai Quality Control 2 (QC 2) yang menunjukkan kondisi data. Berdasarkan nilai kedua QC ini, maka ditarik kesimpulan mengenai kondisi data secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis QC 1, kondisi pos cenderung dipengaruhi oleh faktor manusia. Hal ini ditunjukkan oleh kondisi pos di mana 2 dari 5 pos yang diteliti berada dalam kelas meragukan disebabkan oleh kesalahan pengamat. Hasil analisis QC 2 menunjukkan hanya 2 dari 33 pos yang dianalisis berada dalam kateori meragukan dan sisanya berada dalam kategori baik.
Copyrights © 2015