Sumber utama untuk mendukung daya saing dan kinerja organisasi ditentukan oleh kinerja individual yang tinggi. Dengan tingginya kinerja individual, maka dapat dipastikan kinerja tim dan organisasi juga meningkat, dengan demikian produktivitas dan kemampuan bersaing perusahaan pun meningkat, dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pergerakan pada sektor ekonomi kearah yang positif. Oleh karena itu, tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk dapat menelaah lebih dalam keterkaitan variabel kinerja individual karyawan dengan persepsi dukungan atasan dalam sebuah model mediasi dimana self-efficacy sebagai mediator. Data dikumpulkan dari 130 karyawan millennials di sebuah perusahaan Konsultan di Jakarta. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ), Supervisor Support Scale, Occupational SelfEfficacy. Pengolahan data dengan menggunakan regresi linier telah membuktikan bahwa hubungan persepsi dukungan atasan memiliki tingkat keterkaitan yang rendah dan signifikan dengan kinerja individual karyawan. Namun dalam analisis mediasional, self-efficacy mampu meningkatkan keterkaitan antara kedua variabel tersebut, sehingga disimpulkan bahwa self-efficacy merupakan mediator penuh (full mediator). Dengan demikian, secara keseluruhan temuan ini dengan jelas membuktikan bahwa persepsi dukungan atasan karyawan mampu meningkatkan kinerja individual karyawan millenials dengan adanya mediasi dari self-efficacy.
Copyrights © 2018