Permukiman membutuhkan sarana pemenuhan fungsi permukiman yang terwujud dalam sarana atau fasilitas sosial. Fasilitas pendidikan yang merupakan salah satu fasilitas sosial yang penting. Kelurahan Jelambar di Jakarta Barat memiliki jumlah dan sebaran fasilitas pendidikan yang cukup lengkap namun tidak seluruh masyarakat Jelambar menggunakannya, namun terdapat warga dari luar Jelambar yang menggunakan fasilitas pendidikan tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan fasilitas pendidikan tersebut, mengapa seperti itu dan bagaimana preferensi penggunanya.Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kondisi penyediaan fasilitas pendidikan di Jelambar dengan acuan SNI 03-1733-2004 dan Perda DKI no. 6 tahun 1999 yang kemudian mengidentifikasi pola penggunaan fasilitas pendidikan dan mengidentifikasi preferensi / faktor dominan alasan penggunaan fasilitas pendidikan di Jelambar. Variabel alasan penggunaan dirangkum dari penelitian terdahulu antara lain Kemudahan akses menuju sekolah, Ketersediaan transportasi publik, Kedekatan pencapaian dari tempat tinggal, Berada di wilayah Kelurahan yang sama dengan tempat tinggal, Kualitas fisik bangunan, Kualitas guru dan pengajaran, Ketersediaan fasilitas, Citra / Reputasi Sekolah, Basis agama sekolah, Kesamaan etnis/ ras antar siswa, Relasi keluarga/ tradisi keluarga, Biaya transportasi, Biaya sekolah, Negeri / Swasta. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif, yang kemudian dikaitkan secara komprehensif agar diketahui apa alasan-alasan yang menyebabkan penggunaan fasilitas pendidikan seperti pada kondisi eksisting.Hasil penelitian menyatakan bahwa kondisi penyediaan fasilitas pendidikan di Kelurahan Jelambar sudah sesuai dengan SNI dan Perda DKI. Dari sisi pola penggunaan, terdapat segregasi agama dan ras siswa pada sekolah tertentu, yaitu pengelompokan siswa beragama non muslim di sekolah berbasis agama – meski agama siswa tidak semuanya sesuai dengan basis agama sekolah tersebut dan siswa muslim didominasi di sekolah non agama. Serta terdapat segregasi tingkat ekonomi siswa dimana sekolah berbasis agama cenderung untuk kelas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sekolah non agama. Dari sisi jangkauan dan asal siswa, mayoritas siswa berasal dari jarak tempuh 0 – 2 Km dari fasilitas pendidikan yang digunakannya, sehingga cukup wajar. Adapun faktor dominan pengguna fasilitas pendidikan tersebut antara lain faktor Kualitas dan Pengajaran, disusul oleh Citra/ Reputasi Sekolah, Biaya SPP, Ketersediaan fasilitas , dan Kepemilikan Sekolah
Copyrights © 2018