Proyek repetitif adalah proyek konstruksi yang pekerjaannya dilakukan secara berulang. Pada umumnya penjadwalan proyek repetitif menggunakan metode repetitive scheduling method. Namun kekurangan dari RSM adalah tidak menghasilkan penjadwalan yang optimum (biaya minimum). Untuk mendapatkan durasi optimum biasanya digunakan metode network compression untuk penjadwalan. Maka dari itu untuk mendapatkan penjadwalan optimum dari proyek repetitif digabungkan dua metode penjadwalan tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan analisis pada proyek perumahan di daerah Madiun, Jawa Timur dengan tipe rumah 51/80 yang berjumlah 28 unit. Dalam analisis tersebut diperhatikan beberapa hal yang berpengaruh terhadap durasi dan biaya total proyek antara lain work-break time dan compression duration. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan biaya minimum sehingga hasil akhirnya adalah sebuah penjadwalan dengan biaya proyek terkecil. Analisis penelitian menggunakan metode analisis linear programming dengan program LINGO. Analisis network compression pada proyek repetitif menghasilkan penjadwalan dengan durasi optimum dan menunjukkan durasi kegiatan antar unit dapat berbeda-beda.
Copyrights © 2018