Metode konstruksi top down adalah salah satu metode yang sedang berkembang akhir-akhir ini untuk mengendalikan peralihan horisontal dari galian dan meminimalisasi dampak terhadap bangunan dan fasilitas eksisting disekitarnya. Metode konstruksi top down adalah metode menggali dan membangun struktur bawah dari atas ke bawah dengan pelat lantai dasar dikerjakan pertama kali sebagai pelat atas dari galian. Pelat lantai sebagai penahan lateral dinding diafragma selama galian berlangsung. Pada metode top down, opening pelat lantai diperlukan untuk akses pelaksanaan pekerjaan galian. Opening pada pelat lantai mengurangi kekakuan pelat lantai sebagai sistem penahan lateral pada dinding diafragma yang dapat mengakibatkan momen lentur dan peralihan horisontal yang besar dari dinding diafragma. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan dinding diafragma dengan berbagai variasi penahan lateral berupa pelat lantai. Pemodelan dilakukan dengan bantuan program Plaxis 3D Foundation diverifikasi dengan memasukan beban lateral tanah dan spring ke dalam program Etabs 9.7.0. Dari hasil pemodelan tersebut, didapatkan peralihan horisontal terbesar terjadi pada dinding diafragma tanpa pelat lantai dan terdapat perbedaan posisi dan nilai momen lentur maksimum dinding diafragma antara kedua program tersebut walaupun ada kemiripan bentuk momen lentur dinding diafragma. Kata-kata kunci:dinding diafragma, top down, momen lentur, peralihan horisontal, spring.
Copyrights © 2018