Peran agen sosialisasi terlihat memiliki hubungan pada internalisasi nilai gendernya. Sosialisasi gender dibantu oleh peran agen sosialisasi antara lain melalui keluarga, sekolah, teman bermain, budaya agama, budaya etnisitas, dan budaya institusi komunitas. Di sekolah, remaja menginternalisasi nilai feminitas dan maskulinitas dalam hal prestasi, bagi perempuan dapat terjadi konflik feminitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman siswa SMA di Jakarta terhadap sosialisasi gender pada baik laki-laki maupun perempuan dari pengetahuan, persepsi diri, preferensi, dan perilaku dalam mengekspresikan gendernya. Penelitian dilakukan pada 221 sampel dari enam SMA di lima wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan, persepsi diri, preferensi, dan perilaku laki-laki dan perempuan dari kelompok sosial-ekonomi menengah bawah dan menengah atas dalam mengekspresikan gendernya sesuai dengan sosialisai gender yang berlaku di masyarakat. Laki-laki lebih memilih dekat dengan figur kekasih dibandingkan teman, sedangkan perempuan lebih memilih dekat dengan figur teman dibandingkan figur kekasih.
Copyrights © 2018