AbstrakIndonesi adalah negara memiliki beragam secara geografis dan budaya dan memiliki kekayaan sumberdaya yang cukup melimpah untuk dikembangkan sebagai petani destinasi wisata. Salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah kawasan pesisir dengan segala kebudayaan dan masyarakatnya contohnya tradisi Petik Laut yang hanya dimiliki oleh masyarakat pesisir. Meskipun begitu, pengembangan pariwisata yang berbasis pada nilai-nilai tradisi dan budaya membawa konsekuensi lain yakni menjadikan tradisi tersebut sebagai bagian dari komoditas pariwisata. Diperlukan strategi-strategi tertentu agar suatu tradisi mampu diperhitungkan sebagai destinasi wisata. Salah satunya adalah adalah dengan melakukan komodifikasi kebudayaan sehingga mampu menarik wisatawan. Terlepas dari dampak negatif dan positif, sampai saat ini pariwisata masih menjadi andalan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat pesisir. AbstractIndonesia is a country that has a diversity both geographically and culturally. Through the diversity of Indonesia can develop resources in that is quite abundant as a tourist destination. One of the potential to be developed is the coastal area with all the cultures and communities, for example is “Petik Laut” tradition that is only owned by coastal communities. Although the development of tourism based on tradition and cultural values brings other consequences, namely making the tradition a part of tourism commodities. It takes certain strategies for a destination can be calculated as a tourist destination, one of which is to do the commodification, so as to attract tourists. Regardless of the positive or negative impacts, to date tourism is still a mainstay of Indonesia to improve the welfare, especially coastal communities.
Copyrights © 2017