Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk masih menjadi masalah utama di Indonesia. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya kasus gizi kurang dan gizi buruk pada anak di berbagai daerah. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah asupan. Status gizi seseorang merupakan gambaran apa yang di konsumsinya. ASI merupakan makanan yang ideal untuk tumbuh kembang bayi. Bayi yang tidak memperoleh ASI, hanya diberi susu formula pada bulan pertama kehidupannya, memiliki resiko tinggi untuk menderita gizi buruk, diare, alergi danpenyakit infeksi lainnya Oleh karena itu pemberian ASI eksklusif pada periode tumbuh kembang bayi 0-6 bulan pertama sangatlah penting. Pada penelitian ini menggunakan metode K-Nearest Neighbour berbasis PSO untuk pemprediksi tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif. Data-data Ibu menyusui yang diperoleh dari Puskesmas akan di klasifikasikan untuk dapat memprediksi tingkat pengetahuan seorang Ibu terhadap pengetahuan pemberian ASI. Hasil accuracy untuk K-NN tertinggi adalah 51,28 dan K-NN berbasis PSO adalah 74,36. Jadi dapat disimpulkan ada peningkatan akurasi sebesar 23,08
Copyrights © 2016