AbstrakAktifitas sehari-hari dalam bidang keuangan khususnya transaksi perbankan tidak akan lepas dari penggunaan ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Pada ATM terjadi transaksi penarikan uang, transfer, pembayaran tagihan (seperti kartu kredit, telpon dan listrik) bahkan pembelian voucher pulsa. Untuk dapat melakukan transaksi ini maka ATM dilengkapi dengan PIN (Personal Identification Number) sebagai autentifikasi identitias pemilik kartu ATM. Namun dengan adanya kasus penyalahgunaan kartu ATM karena penggunaan PIN yang tidak semestinya maka autentifikasi dengan biometrik menjadi suatu pilihan. Biometrik adalah identifikasi seseorang dengan menggunakan karakteristik pada manusia seperti sidik jari, iris, atau wajah. Tulisan ini dibuat untuk ingin mengetahui bagaimana penerimaan sistem Biometrik untuk meningkatkan keamanan transaksi perbankan di ATM. Berdasarkan survey dengan pendekatan analisis deskriptif data 59 responden yang mewakili civitas akademi IKPIA Perbanas Jakarta diperoleh hasil adanya kemudahan dalam menggunakan sistem biometrik (Percieved Ease of Use) dan yakin akan keamanan sistem biometrik (Perception of Biometric Security) untuk keperluan transaksi menggunakan ATM. Hal ini mempengaruhi sikap pengguna (Attitute Toward Using) dan akan ada minat (Intention to Use) pada responden untuk menggunakannya dalam transaksi di ATMKata kunci: ATM (Anjungan Tunai Mandiri), Biometrik, Identifikasi
Copyrights © 2016