Tanah dasar berfungsi sebagai pondasi pada konstruksi jalan yang mampu memikul beban konstruksinya sendiri dan beban lalu lintas. Namun masalah yang seringkali dihadapi dalam merencanakan dan melaksanakan pekerjaan konstruksi jalan adalah karakteristik dan jenis tanah pada daerah setempat yang tidak memenuhi persyaratan kualitas dan mutu timbunan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengaruh stabilisasi tanah rawa yang merupakan tanah lunak (soft soil) dengan penambahan serbuk kaca dan serat karung plastik sebagai tanah timbunan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah melihat perubahan angka pori dengan melakukan pengujian konsolidasi pada tanah asli maupun tanah terstabilisasi. Berdasarkan hasil pengujian, berat jenis tanah lunak minimum sebesar 1,863 yang merupakan tanah asli + 10% serbuk kaca + 0,5% serat karung plastik atau mengalami penurunan sebesar 9,387 % dibandingkan berat jenis tanah asli. Penambahan serbuk kaca dan serat karung plastik optimum pada kombinasi tanah asli + 10% serbuk kaca + 0,25% serat karung plastik dengan angka pori sebesar 0,76 atau mengalami penurunan sebesar 2,56% dibandingkan angka pori tanah asli pada pembebanan 16 kg.
Copyrights © 2018