Penelitian tentang perkotaan yang dilakukan Shell Internasional, (Khoo, 2015) menyebutkan lebih dari separuh penduduk dunia yang berjumlah tujuh miliar jiwa tinggal di kota-kota pada tahun 2007. Kota Gorontalo sebagai salah satu kota yang cukup tua di Pulau Sulawesi saat ini mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dengan pesat yaitu di atas 2%. Perkembangan jumlah penduduk yang cukup signifikan ini tentunya membutuhkan penyediaan infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai di samping harus diikuti ketersediaan hunian layak bagi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana usaha yang telah dilakukan secara bersama oleh para stakehoulder Kota Gorontalo menuju kota hunian yang layak dan berkelanjutan, terutama dalam penyediaan perumahan layak huni dan pemenuhan sarana air bersih bagi para warga kota Pengumpulan data menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). maka data primer diambil dengan wawancara melalui diskusi kelompok, wawancara mendalam, survei lapangan dan pengamatan secara cepat. Diskusi kelompok terdiri dari para pengurus badan keswadayaan masyarakat/bkm, fasilitator pendamping lingkungan, lembaga pemberdayaan masyarakat/lpm, forum kota, pihak swasta, pemerintah Kota Gorontalo dan tokoh masyarakat / adat / agama. Hasil penelitian menunjukkan Kota Gorontalo sebagai salah satu kota tertua di Pulau Sulawesi memiliki peluang menuju kota layak huni yang berkelanjutan. Argumentasi ini dapat dibuktikan dengan adanya berbagai usaha pihak pemerintah dan masyarakat untuk membangun sarana prasarana kota terutama dalam hal pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni, permukiman, sanitasi, air bersih dan sarana listrik. Program ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Menuju kota layak huni dan berkelanjutan akan dapat berhasil jika ada kemauan dan usaha dari para stakehoulder kota
Copyrights © 2015