AbstrakLulus tepat waktu merupakan salah satu elemen penilaian akreditasi perguruan tinggi. Dalam jenjang S1, mahasiswa dinyatakan lulus tepat waktu jika bisa menyelesaikan studinya <= delapan semester atau empat tahun. BAN-PT menetapkan standar kelulusan tepat waktu sebesar >= 50%. Jika standar tersebut tidak terpenuhi, maka akan mengurangi nilai akreditasi. STMIK Banjarbaru sebagai salah satu sekolah tinggi komputer terbesar di Kalimantan Selatan mengalami masalah tersebut. Tingkat kelulusan prodi teknik informatika (TI) STMIK Banjarbaru sangat rendah, yaitu hanya 18,83%. Masalah tersebut mendorong pihak prodi TI untuk melakukan evaluasi dan langkah strategis dalam upaya meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa agar target dari BAN-PT bisa tercapai. Untuk itu perlu diketahui secara dini pola dari mahasiswa yang cenderung tidak lulus tepat waktu. Pada penelitian ini diusulkan algoritma cart untuk memprediksi kelulusan mahasiswa. Algoritma ini akan mengolah dataset profil mahasiswa yang berjumlah 238 data. Dataset ini memiliki label status kelulusan. Nilai dari label bernilai kategorikal, yaitu tepat dan terlambat. Adapun fitur atau atribut yang digunakan, yaitu jenis kelamin, asal sekolah, nilai uan, nilai sekolah, dan umur. Hasil dari algoritma cart ini berupa model pohon keputusan yang sangat mudah untuk dianalisis. Bahkan, oleh orang awam sekalipun. Dari model ini akan dipetakan pola mahasiswa yang berpotensi lulus tepat waktu dan terlambat. Berdasarkan hasil eksperimen, akurasi dari model algoritma ini sebesar 64,37%.Kata Kunci: Prediksi kelulusan mahasiswa, decision tree, algoritma cart
Copyrights © 2016