Jurnal Harpodon Borneo
Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012

FENOMENA BIOLUMINENSENSI CUMI-CUMI (Loligo duvauceli) BERASAL DARI BAKTERI SIMBION

Pringgenies, Delianis (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2012

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengungkap simbiosis antara bakteri dengan organ cahaya cumi-cumi pada proses bioluminesensi dengan asumsi bahwa: kemampuan pencahayaan tidak dimiliki oleh organisme cumi-cumi itu sendiri; terjadi simbiosis antara cumi-cumi dan bakteri; dan proses simbiosis antara bakteri dengan cumi-cumi terjadi secara horizontal, yakni bakteri berasal dari luar dan besimbiosis pada cumi-cumi setelah menetas dari telur. Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan melalui aspek cumi-cumi dan bakteri, dan kemudian dianalisis tentang ketergantungan kedua organisme tersebut dengan cara: histologi organ sebagai sumber cahaya dengan metode mikroskop elektron transmisi (TEM ) pada juvenil dan dewasa cumi-cumi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cumi-cumi yang memancarkan cahaya memiliki sepasang organ cahaya menempel pada dorso-lateral kantung tinta. Organ cahaya  sudah terbentuk sempurna pada cumi-cumi juvenil umur satu hari dan selanjutnya membesar mengikuti pertumbuhan cumi-cumi. Bakteri di dalam kantung bakteri merupakan bakteri yang hidup secara ektraselular dan kerapatannya di dalam kantung meningkat sejalan dengan umur cumi-cumi juvenil sampai dewasa. Dari hasil analisis histologi kantung organ cahaya, didapat bahwa kantung organ cahaya cumi-cumi juvenil umur satu hari belum mengandung bakteri. Bakteri mulai dijumpai dalam koloni kecil pada cumi-cumi umur dua hari dan pada cumi-cumi yang lebih besar serta dewasa. Sel-sel bakteri terdapat dalam kerapatan yang padat di dalam lumen kantung hewan dewasa. Kehadiran bakteri pada organ cahaya cumi-cumi terjadi secara horizontal yang berarti bahwa bakteri berasal dari luar lalu masuk bersimbiosis ke dalam organ cahaya melalui saluran bersilia kantung setelah cumi-cumi menetas. Bioluminesensi yang terjadi dimanfaatkan cumi-cumi untuk strategi pertahanan melalui penyamaran dan mekanisme komunikasi antar lawan jenis.  Key words : Bakteri, simbion, cumi, organ cahaya

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

harpodon

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Environmental Science

Description

Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan ...