Reaksi manusia terhadap suhu lingkungan berbeda pada masing-masing individu, dimana dalam arti arsitektural secara alamiah dapat ditentukan reaksi-reaksi psikologis terhadap pengaruh ruangan. Pendekatan ekologis menekankan pada tinjauan ruang sebagai kesatuan ekosistem dan melihat komponen-komponen ruang saling terkait dan berpengaruh secara mekanistis. Dalam konteks bangunan atau ruang bahwa bangunan dapat mengakibatkan munculnya keluhan dari penghuninya seperti pusing, infeksi saluran pernapasan, tekanan darah tinggi, stress, dan lainnya yang disebut Sick Building Syndrom.Menggambarkan perilaku dalam peta, mengidentifikasikan jenis dan frekuensi perilaku, serta menunjukkan kaitan antara perilaku tersebut dengan wujud perancangan yang spesifik.Bangunan sangat dituntut untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya yang memperhatikan aspek pengguna dan lingkungannya. Maka dari itu, pendekatan behavioral mapping menekankan keterkaitan dialektik antara individu manusia dengan lingkungannya.Seting ruang yang menjadi lokasi penelitian adalah Ruang Dosen Gedung A, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Copyrights © 2018