SIARTEK
Vol 2 No 2 (2016): Oktober 2016

Perhitungan Kenyamanan Termis Manusia

Antou, Ranhard S.T. (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Oct 2018

Abstract

Ilmu kenyaman termis hanya membatasi pada kondisi udara yang tidak ekstrim, dimana tubuh manusia masih bisa beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan disekitarnya. Dalam kondisi ini, terdapat daerah suhu dimana manusia tidak memerlukan usaha apapun sebagai bentuk respon dari perubahan suhu, seperti menggigil ataupun mengeluarkan keringat. Daerah suhu ini yang disebut dengan ‘suhu netral atau nyaman’. Farida Idealistina (1991) dari penelitiannya menyatakan bahwa suhu nyaman diperlukan manusia untuk mengoptimalkan produktifitas kerja.Masyarakat Indonesia sebagai daerah yang beriklim tropis lembab mampu beradaptasi dengan keadaan kurang menguntungkan akibat dari keberadaan suhu lingkungan di daerahnya. Guna menciptakan suatu kondisi bangunan yang bisa memenuhi keadaan ‘suhu netral atau nyaman’, maka dibangun suatu konsep bangunan yang memiliki banyak bukaan. Dengan adanya konsep ini, membantu masyarakat menciptakan suatu tempat beraktifitas dengan penghawaan alami dan mekanisme pergerakan udara segar yang baik dalam ruangan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jsiartek

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering

Description

SIARTEK adalah jurnal Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur Universitas Nusa Nipa yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum ...