SIARTEK
Vol 2 No 1 (2016): April 2016

Arsitektur Rumah Adat Sakalobo dan Sakapu'u Sebagai Perwujudan Warisan Budaya Di Kampung Adat Bena

Tandafatu, Maria C. (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Apr 2016

Abstract

Kampung adat Bena merupakan kampung megalitikum dengan sejumlah peninggalan bangunan megalitik dan tata kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh filosofi nenek moyang. Bena mempunyai karakteristik yang spesifik dimana rumah-rumah adat mereka memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama. Seperti halnya manusia sebagai makhluk sosial, rumah adat pun dipercaya harus berpasangan. Ada rumah yang dianggap mewakili kaum pria yang diberi nama sakalobo dan ada rumah yang mewakili kaum perempuan diberi nama sakapu’u. Melalui perwujudan perilaku dan tradisi, dapat diketahui makna yang terdapat pada tata ruang dalam rumah adat. Perlu diketahui makna apa yang terkandung pada tata ruang dalam rumah adat?. Penelitian menggunakan metode kualitatif rasionalistik, dengan menggali data atau gambaran kondisi rumah adat dengan menggunakan pendekatan perancangan arsitektur. Menurut Koentjaraningrat (1987:108) budaya merupakan keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Kebudayaan lahir dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman manusia. Apabila komponen arsitektur rumah adat dipertahankan maka kekhawatiran dampak negatif dari perkembangan jaman tidak akan terjadi, sebaliknya akan memberi peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jsiartek

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering

Description

SIARTEK adalah jurnal Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur Universitas Nusa Nipa yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum ...