AbstractArchaeological researches in Indonesia have successfully discovered a number of sites and archaeological artefacts that spread nearly all over Indonesian archipelago. Generally these cultural heritage bear information about the social life of the community. It is very remarkable that although these artefacts have diverse type, but actually they have the same function, especially for worshipping their ancestor’s spirit, i.e. rock-arts found in South Sulawesi; stone seats and ancestor statues that preserved in Bali. Regarding these evidents, there are remarkable problems that should be studied now; it is the origin, the development of ancestor cult and its sustainability as Nusantara culture. By learning the problems, this study aims to study the problems. To achieve this objectives, the method that used for collecting data including field observation with interview and literature study. Furthermore, analysis was carried out by method of typology analysis, contextual analysis, functional analysis, comparative study and ethnoarchaeological approach. The result show that the ancestor cult was originated from prehistoric period, especially from advanced hunting and food gathering and then sustainable until the present day among the Indonesian people. AbstrakPenelitian arkeologi di Indonesia sudah berhasil menemukan sejumlah situs dan artefak arkeologi yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pada umumnya warisan budaya ini membawa pesan-pesan tentang kehidupan sosial masyarakat. Sangat menarik perhatian, walaupun artefak itu berbeda-beda bentuknya, tetapi sesungguhnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk pemujaan nenek moyang antara lain, adalah gambar-gambar cadas yang ditemukan di Sulawesi Selatan; tahta batu dan arca nenek moyang yang terdapat di Bali. Mencermati bukti-bukti ini, timbul permasalahan yang perlu dikaji sekarang, adalah asal-usul, perkembangan kultus nenek moyang sebagai kesinambungan budaya Nusantara. Dengan mempelajari permasalahan, maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti asal-usul dan perkembangan kultus nenek moyang dan kesinambungannya sebagai budaya nusantara. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan melalui kajian pustaka, pengumpulan data, penelitian lapangan dan selanjutnya dilakukan analisis dengan metode analisis tipologi, analisis kontekstual, analisis fungsional, studi perbandingan dan pendekatan etnoarkeologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kultus nenek moyang berasal dari jaman prasejarah, yaitu dari masa berburu dan mengumpul makanan tingkat lanjut dan kemudian berkembang berlanjut sampai sekarang di kalangan masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2018