Di era kompetisi saat ini menuntut para pelaku dunia usaha untuk lebih cermat dalam pengambilan keputasan agar dapat bersaing dan menjaga kesinambungan bisnis yang ditekuni. Dalam setiap tahapan proses bisnis banyak hal yang harhus dicermati, diantaranya adalah bagaimana cara meningkatkan efisiensi, efektifitas dan daya saing, salah satu dari tahapan proses bisnis adalah menentukan pemasok /Supplier. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan sebuah kerangka untuk pengamengambianl keputusan yang efektif dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan. AHP menata bagian-bagian atau variabel kedalam susunan hirarki, memberi nilai numerik pada perhitungan subjektif, menjelaskan tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesiskan berbagai pertimbangan, untuk menetapkan variabel yang mana memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. AHP dapat menyederhanakan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, dengan strategi menjadikan variabel dalam suatu hirarki. Pada penelitian yang bertujuan untuk optimalisasi penentuan supplier ini dapat ditarik kesimpulan, berdasarkan hasil analisa AHP dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka, pada penelitian ini supplier G memiliki nilai V paling tinggi yaitu dengan nilai0.1879, lalu J dengan nilai 0.1694, selanjutnya B dengan nilai 0.1238, kemudian C dengan nilai 0.1075, D dengan nilai 0.0924, E dengan nilai 0.0759, A dengan nilai 0.0682, F dengan nilai 0.0630, I dengan nilai 0.0573, dan nilai terendah yaitu H dengan nilai 0.0546. Sementara tingkat keberhasilan akurasi metode tersebut sebesar 70%
Copyrights © 2016