ABSTRAK
Malaria merupakan masalah penyakit menular yang menjadi perhatian global.Penyebaran malaria tergantung pada interaksi antara agent, host, dan lingkungan.Leukosit memiliki fungsi sebagai system imun tubuhya itu melindungi tubuh dari mikroorganisme dengan memfagosit (menyerang) semua jenis bakteri atau zat asing yang masuk dan merupakan system imun non spesifik. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Timika tahun 2017 didapatkan bahwa frekuensi penyakit malaria dengan jenis Plasmodium falcifarum sebanyak 2.801 jiwa. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa keadaan jumlah leukosit normal pada pasien positif Plasmodium falcifarum (77,14%). Leukosit jenis monosit (65,71%) meningkat, limfosit (67,14%) rendah, basofil (95,71%) normal, neutrofil (42,85%) normal, eosinofil (52,85%) rendah.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah leukosit pada pasien positif Plasmodium falcifarum di Rumah sakit umum kabupaten Timikamenunjukan nilai leukosit normal (77,14%), sedangkan leukosit jenis monosit mengalami peningkatan (65,71%).Untukpenelitiselanjutnyadisarankan agar melihat gambaran hematologi dan mengkonfirmasi dengan apusan darah tepi pada pasien positif Plasmodium falcifarum.
Copyrights © 2018