Fakultas Ushuluddin pada hakikatnya berperan sebagai lembaga pendidikan yangmempelajari turas Islam secara mendalam, baik itu ilmu tauhid, ilmu kalam, tasawuf, filsafat, tafsir,hadis dan ilmu-ilmu agama serta perbandingannya. Akan tetapi kenyataan hari ini justru sebaliknya.Fakultas ini menjadi lembaga tergugat, dianggap sebagai sumber perusak akidah dan melahirkanpara generasi pemikir Islam yang berjiwa barat, sekuler dan liberal. Mengapa ini terjadi dan apayang harus dilakukan jurusan ini untuk mengembalikan pinang ke tampuknya dan sirih kegagangnya. Inilah yang coba didiskusikan dalam artikel ini.
Copyrights © 2015