Apakah secara formal kritik matan dengan kebenaran fakta ilmiah memiliki korelasidalam pembuktian autentitas hadits atau hanya legitimasi kebenaran materi hadits. Apakahpembuktian ilmiah atas hadits nabi merupakan varian kritik matan yang dapat memperkuat validitashadits. Apakah hadits yang dinilai maqbul secara keimuan ahl al-hadits kemudian terbukti secarailmiah dapat memperkuat validitas hadits. Sebaliknya, apakah hadits yang dinilai secara keilmuanahl al-hadits mardud kemudian terbukti secara ilmiah dapat dikategorikan sebagai hadits yang dapatditerima. Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan ungkapan akademis yang senantiasa mengemukaketika pembahasan mengenai pengujian validtas hadis dengan kebenaran ilmiah diapungkan.Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan representasi dari studi hadis, khusunya menyangkutpemahaman hadits sains yang kemudian didorong oleh adanya al-‘Ijaz al-‘Ilmi. Tulisan ini akanmengelaborasi secara detail benang merah antara pemahaman hadis dan sains modern dalamhubungannya dengan keshahihan hadits.
Copyrights © 2015