Pengukuran dan pengujian sumur panas bumi dapat dilakukan baik pada waktu pemboran maupun setelah pemboran selesai, yaitu setelah pemboran mencapai kedalaman yang diinginkan. Ditembusnya zona bertemperatur tinggi yang disertai dengan terjadinya loss of circulation sangat diharapkan, karena merupakan suatu indikasi telah ditembusnya rekahan-rekahan yang diharapkan merupakan zona produksi. Uji komplesi yang dilakukan yaitu periode Heating Up dimana untuk mendapatkan data temperatur dan tekanan pada suatu sumur sehingga dapat menentukan karakteristik fasa fluida reservoir, kemudian Uji Gross Permeabilty Test yaitu untuk mendapatkan data injektivitas sehingga dapat menentukan laju produksi yang digunakan sebagai analisa estimasi potensi produksi, selanjutnya untuk mengetahui permeabilitas dan nilai skin menggunakan metode Fall Off Test dimana dengan menggunakan grafik horner. Penelitian ini melihat apakah data karakteristik reservoir yang didapatkan dari uji komplesi dibandingkan dengan uji produksi sehingga mendapatkan evaluasi yang lebih menyeluruh untuk memperkirakan estimasi produksi 2 sumur pada lapangan panas bumi.
Copyrights © 2018