Eceng gondok (Eichernia crassipes) dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ekstrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrient, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. (Handy, 2003). Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat terjadi penurunan kadar Pb dalam air setelah dilakukan perendaman eceng gondok dengan berbagai variasi hari dan jenis eceng gondok. Setelah direndam selama 3 hari, didapat penurunan kadar Pb yang awalnya Pb tersebut mempunyai konsentrasi 8,8 ppm terjadi penurunan yang cukup besar. Penurunan yang paling Signifikan terdapat pada sampel eceng gondok pendek dan kotor perendaman 3 hari yaitu sebesar 3,4 ppm. Hal ini disebabkan karena pada akar yang kotor , masih didukung dengan adanya  Mikroorganisme pada akar eceng gondok yaitu Mikrobia rhizosfera sebagai tempat pertumbuhan nya. Bahan-bahan organik maupun anorganik termasuk logam Pb dapat direduksi oleh mikrobia rhizosfera yang terdapat pada akar eceng gondok dengan cara menyerapnya dari perairan kemudian mengakumulasikan kedalam struktur tubuhnya. Juga didukung oleh daya absorbsi serta akumulasi yang besar. Dengan demikian dapat di tarik simpulan bahwa eceng gondok memang mampu menurunkan kadar logam berat dalam air.
Copyrights © 2013