Kemampuan komunikasi merupakan salah satu dari empat kemampuan yang dibutuhkan di abad 21 yang lebih sering disingkat dengan 4Cs. Pembelajaran matematika seyogyanya harus mampu mengembangkan kemampuan komunikasi khususnya komunikasi matematis tersebut. Hasil studi pendahuluan di salah satu sekolah menengah yaitu SMP N 2 Ampek Angkek kelas VII ditemukan bahwa 75,5 % siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis di bawah 50%. Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik untuk meneliti kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 2 Ampek Angkek dengan menerapkan pembelajaran Accelerated Learning. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Comparizon Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP N 2 Ampek Angkek. Sampel dipilih secara acak dan terpilih kelas VII3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII2 sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis kemudian di analisis dengan menggunakan uji beda yaitu uji t. Hasil analisis data menunjukkan nilai t hitung 2,87 lebih besar dari dari t tabelĀ yaitu 1,68. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dengan Accelerated Learning lebih baik daripada pembelajaran konvensional di kelas VII SMP N 2 Ampek Angkek tahun pelajaran 2016/2017.Kata kunci: Kemampuan, komunikasi matematis, Accelerated Learning
Copyrights © 2017