Pola pergerakan merupakan suatu hal yang penting untuk dipahami dalam penanganan masalah transportasi. Dimana, pola pergerakan sendiri dapat digambarkan menggunakan Matriks Asal Tujuan. Matriks Asal Tujuan adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antarlokasi (zona) di dalam daerah tertentu. Berdasarkan penelitian – penelitian sebelumnya, diketahui bahwa pemanfaatan data telepon seluler memiliki potensi yang besar dalam mengestimasi MAT secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola pergerakan di suatu wilayah dengan mengestimasi MAT menggunakan data telepon seluler yang berisi informasi lokasi Base Transceiver Station (BTS) yang terhubung dengan perangkat telepon seluler (mobile station) dari waktu ke waktu selama kondisi aktif, dengan wilayah studi di Provinsi Bali. Pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan pergerakan asal tujuan berdasarkan data telepon seluler adalah dengan membangun trajectory individu berdasarkan data lokasi BTS yang diurutkan berdasarkan waktu (temporal sequence) untuk masing – masing pengguna telepon seluler. Kemudian, hasil estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler akan menunjukkan pola pergerakan harian pengguna telepon seluler di wilayah Provinsi Bali. Berdasarkan hasil analisis pola pergerakan di Provinsi Bali, dapat diketahui bahwa puncak pergerakan terjadi di akhir pekan (weekend) yang didominasi pergerakan di wilayah Denpasar dan wilayah sekitarnya yang meliputi, Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, dan Sukawati. Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan hasil yang lebih baik untuk penelitian sejenis dimasa mendatang, diberikan beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan.
Copyrights © 2015