Kesejahteraan spiritual sebagai aspek yang terintegrasi pada manusia dikarakteristikkan denganadanya makna dan harapan. Perawatan yang berkualitas harus memasukkan aspek spiritual dalaminteraksi antara perawat dan klien dalam bentuk hubungan saling percaya, memfasilitasi lingkunganyang mendukung dan memasukkan spiritual dalam perencanaan jaminan yang berkualitas.Keperawatan spiritual merupakan suatu elemen perawatan kesehatan berkualitas dengan menunjukkankasih sayang pada klien sehingga terbentuk hubungan saling percaya dan rasa saling percaya diperkuatketika pemberi perawatan menghargai dan mendukung kesejahteraan spiritual klien denganmemberikan keperawatan spiritual.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap perawatterhadap Spiritual care di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Komponen pengetahuan adalahpengertian, dimensi, manfaat, dan proses asuhan keperawatan spiritual. Sedangkan komponen sikapadalah bertanggung jawab dalam memberikan keperawatan spiritual dan memfasilitasi kebutuhanspiritual klien dengan memberikan keperawatan spiritualResponden dalam penelitian ini adalah perawat rawat inap di RS PKU MuhammadiyahYogyakarta sebanyak 50 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive samplingdan untuk menentukan besarnya sampel menggunakan rumus dari Isaac dan Michael. Penelitian inimerupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Alat penelitian berupakuesioner yang telah diuji cobakan kepada 20 responden.Analisa data untuk penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rank, dihasilkanr=0,358 dan p=0,011. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermaknaantara tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap Spiritual care di RS PKUMuhammadiyah Yogyakarta. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik(86%) dan sikap yang cukup (56%) terhadap Spiritual care.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara tingkatpengetahuan dan sikap perawat terhadap Spiritual care
Copyrights © 2018