Program Keluarga Berencana memiliki makna yang sangat strategis, komprehensif danfundamental dalam mewujudkan manusia sehat dan sejahtera. UU nomor 52 tahun 2009 tentangperkembangan penduduk dan pembangunan keluarga menyebutkan bahwa keluarga berencanaadalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengaturkehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai hak reproduksi untukmewujudkan keluarga yang berkualitas.Tujuan penelitian ini adalah Mencari beberapa faktor (pendidikan, pengeluaran keluarga,jumlah anak, kemudahan dalam pelayanan dan anjuran dari petugas KB) yang berhubungandengan kemandirian ber KB.Mengetahui hubungan antara pendidikan, jumlah anak, pengeluarankeluarga , serta biaya yang dikeluarkan dengan kemandirianber KBManfaat penelitian ini diharapkan bermanfaat khususnya bagi pemerintah, dalam hal iniBKKBN, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri dan sektor swasta, untukmengetahui kekuatan KB mandiri, sehingga dapat merumuskan kebijaksanaan KeluargaBerencana mandiri yang lebih spesifik, yaitu sesuai dengankondisi daerah dan kemampuanmasyarakat serta mengembangkan ilmu pengetahuan tentang KB mandiriHipotensa penelitian ini adalah Ada hubungan antara pendidikan, pengeluaran, jumlahanak, kemudahan dalam pelayanan KB dengan kemandirian ber KBengan serta ada hubunganantara anjura dari petugas KB dengan kemandirian KBJenis penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan rancangan penelitiancrosssectionaladapun Lokasi penelitian daerah Kota Yogyakarta . Penelitimenetapkan kelurahanBumijo kecamatan jetis.Hasil semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka persentase kemandirian ber KBsemakin besar. Semakin banyak jumlah anak hidup , persentase kemandiriiannya semakin besar.semakin tinggi tingkat pengeluaran, persentase kemandiriannya. Semakin besarsumber biayamandiri maka tingkat kemandiriannya lebih tinggi dari pada tingkat kemandiriannya yangsumber biaya gratis
Copyrights © 2018