Asfiksia neonatorum merupakan kegawatdaruratan bayi baru lahir berupa depresi pernafasan yang berlanjut sehingga menimbulkan berbagai komplikasi. Disamping itu, asfiksia neonatorum atau asfiksia perinatal merupakan penyebab kematian (mortalitas) dan kesekitan (morbilitas) yang penting. Asfiksia paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir dan menimbulkan sebuah kebutuhan resusitasi dan intervensi segera untuk menimbulkan mortalitas dan morbilitas tersebut. Beberapa faktor yang menjadi penciumannya adalah usia ibu yang terlalu muda atau tua pada saat hamil, kehamilan grande multipara dan kehamilan dengan risiko inggi lainya misalnya riwayat penyakit yang ibu derita. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan umur ibu, paritas dan riwayat penyakit terhadap kejadian asfiksia dikamar bersalin RSU Anutapura Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang anaknya dirawat dengan asfiksia yang berjumlah 126 orang. Besar sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 56 responden. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan umur ibu dengan kejadian asfiksia, ada hubungan paritas dengan kejadian asfiksia dengan nilai p=0,314 (hubungan lemah), tidak ada hubungan riwayat penyakit dengan kejadian asfiksia dikamar bersalin RSU Anutapura Palu. Disarankan bagi RSU Anutapura Palu untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan terhadap pasien asfiksia dan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat untuk lebih pro aktif mengikuti pelatihan penanganan asfiksia dan meningkatkan penyuluhan pada ibu tentang pencegahan asfiksia. Kata kunci : umur, paritas, riwayat penyakit, ibu, asfiksia
Copyrights © 2016