Gangguan menstruasi adalah gejala fisik atau emosional yang terjadi sebelum dan selama masa menstruasi, termasuk didalamnya yaitu gangguan perdarahan, banyaknya darah, dan lamanya haid. Tujuannya untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh dengan gangguan haid pada wanita usia subur di Puskesmas Mamboro Kota Palu. Metodologi Penelitian : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur (17-45 tahun) berjumlah 108 orang. Analisa yang digunakan yaitu uji Chi Squere. Tidak ada hubungan antara IMT kurang (p=0,682) (OR=0,409), IMT lebih (p=1,000) (OR=0,844) dengan hipermenorea. Tidak ada hubungan IMT lebih (p=0,174) (OR=4,412) dengan hipomenorea. Tidak ada hubungan antara IMT kurang (p=1,000) (OR=0,492), IMT lebih (p=0,315) (OR=1,935) dengan oligomenorea. Tidak ada hubungan antara IMT kurang (p=0,758) (OR=1,348), IMT lebih (p=0,183) (OR=2,527) dengan dismenorea. Tidak ada hubungan antara IMT kurang (p=0,217) (OR=0,369), IMT lebih (p=0,514) (OR=0,692) dengan PMS. Kesimpulan Penelitian ini tidak dapat dibuktikan ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur. Kata kunci : Gangguan Menstruasi, Indeks Masa Tubuh, Wanita Usia Subur
Copyrights © 2017