Marissa Ayu Anggraeni, Afifah Kusumadara, S.H., LL.M., SJD., Diah Pawestri Maharani, S.H., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya amrissaayu08@gmail.com  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaturan hak merek pada sistem First to File dan First to Use pada merek yang memiliki persamaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis serta untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai sengketa merek yang memiliki persamaan antara pemegang hak merek dan pengguna merek pertama (Studi Kasus Putusan MA No. 491 K/Pdt.Sus-HKI/2015). Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa sistem konstitutif (first to file) memberikan ketidakadilan dan kerugian karena apabila suatu merek terkenal terlambat untuk mendaftarkan mereknya, maka merek tersebut tidak dapat didaftarkan serta pengawasan terhadap suatu merek yang telah didaftarkan seharusnya diperketat agar merek yang sudah tidak digunakan (non use) selama 3 (tiga) tahun sejak menerima sertifikat pendaftaran merek harus dihapuskan sesuai ketentuan ketentuаn Pasal 61 Ayat (2) Huruf a Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek serta Pasal 74 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Serta dalam Pasal 68 Ayat (2) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dan Pasal 76 Ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pemilik merek tidak terdaftar memiliki legal standing untuk mengajukan gugatan. Kata Kunci: Sengketa Merek, Persamaan Merek, Pemegang Hak Merek, Pengguna Merek Pertama  ABSTRACT This research is aimed to describe the regulation of trademarks in First to File and First to Use system in trademarks with similarity according to Law Number 15 of 2001 concerning Marks and Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications and to describe and analyse the dispute over marks with similarity between the right holder of trademark and the first trademark user (a case study on Supreme Court Decision Number 491 K/Pdt.Sus-HKI/2015). This research was conducted based on normative juridical method, statute, and case approaches. The research result reveals that the constitutive system of first to file seems unjust and disadvantageous since it is prone to failure to register marks if the registration is late. Moreover, it is essential that supervision on marks be more strictly conducted and the trademark not used for three years since registration certificate is received must be revoked according to the provision of Article 61 Paragraph (2) Letter a of Law Number 15 of 2001 concerning Marks and Article 74 Paragraph (1) of Law number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. In reference to Article 68 Paragraph (2) of Law Number 15 of 2001 concerning Marks and Article 76 Paragraph (2) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications, unregistered trademark holders hold a legal standing to file a lawsuit.  Keywords: trademark dispute, right holder of trademark, first trademark user
Copyrights © 2019