Latar belakang: Anak usia sekolah merupakan bagian dari anak berusia 6 sampai 18 tahun yang jumlahnya mencapai seperempat dari total penduduk Indonesia, 80% diantaranya ada di sekolah dan ini berarti mencakup lebih dari 50 juta peserta didik. Mereka adalah sasaran yang strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena selain jumlahnya yang besar, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, berbagai terobosan harus dilakukan untukmenggali dan memanfaatkan sumber daya secara optimal yang difokuskan pada pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang efektif. Tujuan: Diketahuinya faktor–faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 7 dengan total sampel berjumlah 71 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan 10 Mei s.d 10 Juni 2018 di MTs Negeri 2 Kota Palembang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Dari hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (pvalue=0,001), sikap (pvalue=0,004), peran guru UKS (pvalue=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta tidak ada hubungan sarana dan prasarana (pvalue=0,753), peran petugas kesehatan (pvalue= 1,000) dengan pemanfaatan pelayanan usaha kesehatan sekolah. Saran: Diharapkan kepada guru UKS dapat berperan aktif dalam memberikan materi tentang pendidikan kesehatan terutama tentang UKS kepada siswa agar siswa dapat memanfaatkan pelayananUKS.Kata Kunci : Pemanfaatan, pelayanan, UKS
Copyrights © 2019